Be yourself.. !
SMA Rk Budi Mulia P.Siantar
Rabu, 08 Mei 2013
Diposting oleh Unknown di 5/08/2013 01:37:00 AM 0 komentar
Label:cerita, Sekolah
Kembali dengan Mantan
Kamis, 04 April 2013
Berhenti menyalahkan
Di tengah kegalauan antara menyesal dan bingung, kebanyakan orang malah menyalahkan pasangannya 'kalau memang masih sayang, kenapa mau aja diputus!", atau yang seperti ini "kalau dia ga bikin masalah pasti ga perlu sampai kayak gini". Hentikan ini, ladies! Bagaimana Anda bisa berdamai dengan mantan jika terus menyalahkannya? Mengakui kesalahan diri sendiri dan memaafkan si mantan adalah awal yang baik.
Tarik kembali kata putus
Well, ini memang bukan hal yang mudah untuk seorang wanita. Tetapi jika taruhannya kehilangan orang tercinta, apa Anda masih mau tawar-menawar? Akuilah jika Anda salah, katakan penyesalan dan tarik kembali kata putus yang pernah Anda ucapkan. Wanita tidak biasa meminta maaf lebih dulu, karena itu luka di hati pasangan akan benar-benar sembuh melihat pengakuan Anda.
Lakukan yang tidak terduga
Mantan tentu hafal benar apa yang Anda sukai dan tidak Anda sukai, apalagi jika hal yang tidak Anda sukai itu menyangkut dirinya. Tunjukkan perubahan dengan melakukan apa yang tidak Anda sukai tetapi disukai oleh mantan.
Hentikan ketergantungan
Menyatakan penyesalan sama saja dengan mengatakan bahwa Anda masih mencintainya. Namun ini tidak berarti dia harus menerima Anda saat itu juga. Biarkan mantan seorang diri dan jalani kehidupan Anda sendiri. Jadilah orang yang fun dengan teman-teman dan aktivitas Anda sehingga dia bisa melihat Anda sebagai pribadi yang menarik, bukan wanita yang menjatuhkan harga dirinya dengan merengek-rengek.
Anda sudah melakukan poin-poin pentingnya, sekarang yang harus Anda lakukan adalah berhenti menebar pesona pada pria-pria di sekitar Anda dan tetaplah berkomunikasi dengan mantan. Lihat apa yang akan dia lakukan pada Anda!
Diposting oleh Unknown di 4/04/2013 11:20:00 PM 0 komentar
Label:cerita, khusus cewek
Mendapat Perhatian Cowok
Selasa, 05 Maret 2013
1. Senyum
Tersenyum akan membuat Anda terlihat cantik dan juga ramah. Berkenalan dengan seseorang pertama kali dengan tatapan cemberut atau galak, akan membuat pria jadi malas untuk mengenal Anda lebih jauh lagi. Untuk itu, jangan ragu tersenyum khususnya kepada orang-orang yang baru Anda kenal untuk memberi kesan yang baik.
2. Bersikap Baik
Mulailah bersikap baik dan ramah dengan orang-orang yang Anda temui setiap harinya. Wanita yang baik akan lebih menarik perhatian pria, selain itu jika Anda memperlakukannya dengan baik, dia juga akan melakukan hal yang sama kepada Anda.
3. Percaya Diri
Wanita yang memiliki kepercayaan diri adalah salah satu hal yang akan membuat perhatian pria tertuju pada Anda. Jika Anda terlalu pemalu untuk memulai percakapan atau tidak menatap matanya ketika berbicara, pria akan berpikir Anda orang yang kurang menarik dan membosankan. Cobalah untuk membuka topik pembicaraan dan tatap langsung lawan bicara Anda, jangan lupa juga untuk menambahkan gerak tubuh agar pembicaraan lebih menarik.
4. Tunjukkan Kepribadian
Setiap orang memiliki kepribadian yang unik dan berbeda. Ketika pertama bertemu dengan orang baru, tidak perlu berusaha untuk menjadi orang lain agar terlihat menarik. Mulailah tunjukkan kepribadian Anda saat awal berjumpa, siapa tahu sifat asli Anda yang sedikit unik misalnya, akan membuatnya semakin tertarik kepada Anda.
5. Pakaian yang Seksi.
eittss tapi bukan murahan loh .. :)
Menjadi seksi tidak harus selalu buka-bukaan, Anda akan terlihat seksi ketika merasa percaya diri dengan pribadi Anda yang menyenangkan. Kenakan pakaian yang menonjolkan kelebihan Anda. Misalnya, jika Anda merasa memiliki lengan yang bagus, pakai gaun tanpa lengan. Jika leher yang seksi, kenakan busana model V-neck. Bila betis Anda yang menarik, kenakan gaun di atas lutut.
6. Bahasa Tubuh
Kebanyakan wanita malu untuk menunjukkan keinginannya secara langsung dan lebih memilih menggunakan sinyal-sinyal halus saat ingin menarik perhatian pria. Berikan sedikit sentuhan di tangan dan tatap matanya saat Anda berbicara padanya. Atau ketika membahas sesuatu yang lucu, Anda bisa menyentuhnya dengan halus sebagai tanda Anda menyukai gurauannya.
7. Berdiri Tegak
Cara lainnya untuk menarik perhatian pria adalah berdiri dengan tegak dan condongkan dada Anda ketika berjalan. Postur tubuh tegak akan memberi kesan Anda orang yang percaya diri daripada bentuk badan membungkuk. Berjalan dengan sikap seperti ini akan menarik perhatian pria untuk mendekati Anda.
8. Berikan Pujian
Mungkin Anda merasa bukan wanita yang menarik, namun ketika pria memberikan pujian, Anda tidak perlu menanggapinya secara berlebihan dengan mengatakan 'tidak' atau lain sebagainya. Cukup berikan senyum dan ucapkan terima kasih.
nah semoga bermanfaat yahh...liat juga post aku yg lainnya.Thanks
Diposting oleh Unknown di 3/05/2013 07:29:00 PM 0 komentar
Label:cerita, khusus cewek
Menghadapi cowok cuek
Senin, 04 Maret 2013
-
ini nih tips buat kamu yg punya cowo cuek
Sabar Telaten
-
Terus Percaya
-
Jangan ikut2an cuek & Kasih Perhatian lebih
-
Komunikasi
-
Perhatian
-
Jangan ngungkit-ngungkit masa lalu
Diposting oleh Unknown di 3/04/2013 08:37:00 PM 0 komentar
Label:cerita, khusus cewek
Cinta Terhalang Perbedaan
Rabu, 27 Februari 2013
Senyum ini selalu ada di setiap detik dirinya menatapku, entah apa yang aku fikirkan aku hanya mampu tersenyum saat mendengar dirinya mengatakan “aku sayang kamu. Mau kah kamu menjadi pacarku?”
Tak mampu ku menjawab rasa bingung pun menderaku baru dua kali kita ketemu, baru dua kali kita jalan bareng dia sudah berani mengatakan cinta padaku. Mungkinkah ini cinta sesaat atau hanya pelampiasaan hatinya. Tapi sekali lagi dia mengatakan kata-kata cinta itu dan meyakinkan ku bahwa dia benar-benar jatuh cinta padaku sejak pertama kali dia bertemu. Dan kali ini aku mulai percaya kata-katanya karena dia mengatakannya dengan tatapan tulus penuh cinta. Aku pun mencoba meyakinkan hati ku bahwa benar dia yang mampu mengobati luka lamaku. Dengan lantang pun aku menjawab “iya aku mau jadi pacarmu”.
Senyum gembira itu pun merekah dari bibirnya yang merah alami lalu dia pun menggenggam tanganku erat dan mencoba meyakinkan bahwa memang dia yang selalu ada di saat aku susah maupun senang. Aku hanya mampu tersenyum, dan tersenyum. Lelaki berperawakkan tinggi besar dan berkulit putih ini yang mampu meluluhkan hati ku yang membeku setelah satu tahun. Ardi nama pria itu nama yang selalu menemani ku di hari-hari selanjutnya nanti. “sayang, jangan lupa makan y…? aku gak mau kalo sampe maag kamu kambuh lagi” ucap ardi saat aku mengangkat telfon darinya yang terdengar setengah khawatir. mungkin karena seharian ini aku tak memberi kabar kepadanya karena aku sangat sibuk dengan kegiatan di kampus, maklum lah saat ini aku tercatat sebagai salah satu mahasiswa baru di salah satu perguruan tinggi negeri di kota ku.
“iya sayang sebentar lagi ya aku makannya naggung ne…..ok sayang?” jawabku dengan nada sedikit manja.
“ iya terserah yang pasti aku gak mau gara-gara kamu terlalu sibuk kamu jadi sakit” ucapnya masih dengan nada setengah khawatir.
“iya sayang, aku pasti makan kok. Kamu sendiri udah makan belum?” Tanya ku pada ardi.
“udah tadi. Ya sudah sekarang kamu lanjutin ajja dulu pekerjaan kamu nanti kalau udah selsai aku telfon lagi.” Ardi pun menutup telfonnya aku pun kembali melanjutkan pekerjaanku tapi ntah mengapa tiba-tiba terlintas sesuatu fikiran yang sebenarnya tak pernah aku perdulikan setelah 1 bulan lebih aku menjalani hubungan bersama Ardi.
Keyakinan y….keyakinan kami berdua memang berbeda sebenarnya selama ini kami tak pernah mempermasalahkan soal keyakinan kami yang berbeda selama ini kami saling bertoleransi dengan keyakinan masing-masing bahkan kami saling mengingat kan satu sama lain agar tidak lupa untuk beribadah dan orang tua ku juga tidak mempermasalahkan hubungan kami yang berbeda keyakinan.
Tapi entah mengapa malam ini terlintas fikiran ini seperti beban yang menumpuk di kepalaku terasa berat hingga ku tak mampu memikulnya. “happy britday” hari ini adalah hari ulantahun ku yang ke-18 tahun inbox handphone atau pun inbox e-mail ku penuh dengan ucapan dari teman-temanku.
Tapi mengapa tak ada satu ucapan dari Ardi padahal aku berharap dia lah menjadi orang pertama yang mengucapkan “happy britday”. ke mana dia??? Sudah satu minggu ini sifatnya tag seperti Ardi yang kukenal dulu, tag seperti Ardi 2 bulan yang lalu yang mengatakan cinta padaku. Padahal s’ingat ku kami tidak sedang bertengkar bahkan kami tak pernah bertengkar sama sekali, tapi mengapa sifatnya bisa berubah 180 derajat seperti ini.
Hampir lewat sudah hari yang seharusnya menjadi hari bahagiaku, tapi dia benar-benar tak ada menghubungiku apa yang sbenarnya terjadi apa salahku??. 2 hari setelah hari bahagiaku dia pun masih belum ada memberi kabar padaku apa yang terjadi?? Apa salahku?? Sedang apa dia??? Begitu banyak pertanyaan yang hinggap di kepalaku. Aku pun mencoba menghubunginya dengan segala keberanian yang ku punya. “hallo…..” terdengar suara wanita di seberang sana aku bingung siapa dia??? Hatiku berdebar sangat kencang lalu aku pun memberanikan diri untuk berkata “maaf ini benar handphonenya Ardi Pratama???” tanyaku dengan suara yang bergetar “iya benar. Saya mamanya” mendengar jawaban ini hatiku sedikit lega walaupun hati ku masih sangat berdebar karena bukan ardi yang mengangkat telfonku. Dan mengapa handphone Ardi bisa ada sama mamanya ada apa dengan Ardi?? Lalu aku pun memberanikan diri untuk mulai bertanya.
“ Maaf tante saya Bela temannya ardi bisa saya bicara dengan ardi tante??” tanyaku.
“ouwh…jadi kamu bela??? Tunggu sebentar y….?” jawab mamanya Ardi dengan nada yang sebenarnya gak enak di dengar.
“Halo ada apa bel??” ucap pria di sebrang sana dan itu adalah Ardi, tapi kenapa dia gak panggil aku dengan sebutan “sayang???” Semenjak kita jadian Ardi selalu memanggilku sayang tapi kenapa kali ini dia memanggilku dengan namaku?? BELA???. “sayang, kamu k mana aja sih???tau gak aku kangen banget sama kamu.” Ucapku dengan nada senang karena aku sudah mendengar suara Ardi yang ternyata memang baik-baik saja. “ maaf bel, beberapa hari ini aku gak ada kasih kabar ke kamu” belum selesai Ardi berkata aku segera memotong ucapan Ardi “ udahlah gak papa sayang. Malam ini keluar yuk…. Udah lama kita gak keluar bareng aku pengen dinner sama kamu” ucapku. “ Maaf bel…aku gak bisa tapi nanti malam aku mau ke rumah kamu boleh y…?? aku pengen ngomong sesuatu” ucapnya dengan nada lesu dan aku mulai curiga walaupun dia belum mengatakan masalah apa yan ingin di bicarakannya air mataku sudah mengalir deras. Dan sebenarnya aku sudah ada firsat lain. “ehmp…iya boleh aja aku tunggu kamu y” lalu aku pun menutup telfon ku karena aku sudah tak mampu berkata karena firasat ku begitu kuat kalau dia akan mengatakan sesuatu yang sebenarnya tak ingin ku dengar. “kamu mau ngomong apa sih sayang???” dengan mata merah aku memberanikan untuk menatap Ardi yang saat itu sudah duduk di sofa ruang tamu rumahku. Lalu Ardi pun memeluk tubuhku erat dan berkata “Selamat ulang tahun sayang. Maaf aku telat ngucapinnya.” Ucap Ardi dengan nada yang bergetar, dan aku pun sudah tak mampu menahan air mataku yang deras mengalir keluar dari pelupuk mataku.. “iya gak papa sayang aku bisa maklum mungkin kamu lagi sibuk” dengan suara tersendat aku berkata.
Masih dengan pelukkan eratnya dia berkata ”sayang maaf y…kalau selama ini aku ada salah sama kamu. Sebenarnya kamu udah tau kan aku mau ngomong apa sekarang sama kamu karena aku tau felling kamu sangat kuat.” Sungguh tak mampu aku mendengar lanjutan kata-katanya aku hanya mampu menangis dan memeluk lebih erat lagi. “Aku mau kita Putus bel, sebenarnya aku gak mau dan gak mampu kalo harus pisah dari kamu. Tapi ini bukan kemauan aku bel. Ini kemauan orangtua ku karena mereka tau kalau hubungan kita adalah hubungan dengan beda keyakinan dan mereka ingin aku udah mulai berhubungan serius.” Ucap Ardi dengan nada yang sangat bergetar.
Aku pun tak kuasa mendengarnya dan hanya mampu berdoa kalau ini hanyalah mimpi atau waktu dapat tiba-tiba berhenti berputar. “Maaf bel…… itu yang menyebabkan aku beberapa hari ini tidak menghubungi kamu karena aku gak tega harus ngomong ini sama kamu aku sayang kamu bel…aku cinta kamu bel…bahkan aku berharap hanya kamu yang terakhir dalam hidupku maafkan aku bel….hari ini hari terakhir ku di sini besok aku sudah harus masuk asrama bel…” aku semakin tak mampu mendengar kata-katanya aku tau dia selama ini sedang mengikuti test di salah satu sekolah kedinasan di kota kami. “Aku sayang kamu di..gak adakah cara lain agar kita tetap bisa bersama”ucapku dengan nada yang tesendat-sendat. “gak ada bel..aku gak berani ngelawan kemauan orang tuaku bel maaf….s’moga waktu yang dapat menjawab semua doa kita bel….yang pasti aku selalu sayang dan cinta kamu bel…hanya kamu dan untuk kamu bel…” air mataku s’makin deras hingg tak mampu terbendung lagi. Lalu Ardi pun melepaskan pelukkannya dan mengecup keningku. “Aku sayang kamu bel….sekarang aku hanya mampu berdoa agar aku dan kamu mampu melewati semua ini dan waktu segera menjawab penantian kita agar kita dapat bersama lagi” lalu Ardi pun pergi meninggalkan ku yang masih terduduk sedih dengan uraian air mata yang tak mampu tebendung lagi. Kenapa…kenapa harus perbedaan keyakinan yang memisahkan kita… tidak kah kekuatan cinta mampu mengalahkan semuanya??? Aku akan s’lalu menanti mu..menanti kamu kembali memeluk dan mgecupku lagi Ardi .
Diposting oleh Unknown di 2/27/2013 10:41:00 PM 0 komentar
Label:cerita, Cerpen remaja
Kata mutiara
Kumpulan Kata Kata Mutiara Terbaru Update 2013
| KUMPULAN KATA-KATA MUTIARA |
Hidup tak selalu seperti yang kamu mau. Hal baik dan buruk terjadi selalu, namun semua itu telah diatur Tuhan, dengan akhir yang indah.
Jangan tangisi mereka yang meninggalkanmu demi orang lain. Jika mereka cukup bodoh melepasmu, kamu harus cukup pintar melupakannya.
Kadang kamu bertemu seseorang yang sangat berarti dalam hidupmu hanya tuk menyadari pada akhirnya kamu harus melepaskannya.
Cintai apapun yang ada didunia dengan sewajarnya. Karena apapun yang ada di dunia tak ada yang abadi.
Jangan pernah menyepelekan apapun yang telah kamu miliki, karena mungkin yang kamu miliki itu sangat diinginkan oleh orang lain.
Ikhlas menerima kesalahan, dan belajar dar setiap kesalahan, karena itu yang akan menjadikanmu kuat dalam menjalani kehidupan.
Hidup tak pernah lepas dari masalah, karena masalah adalah salah satu cara Tuhan menjadikanmu pribadi yg lebih kuat dan dewasa.
Ketika kamu jatuh, jangan tetap di bawah. Jatuh bukan berarti kalah, itu hanya berarti kamu harus bangkit dan kembali mencoba.
Didalam banyak bicara pasti ada pelanggaran, tetapi siapa yg menahan bibirnya, berakal budi.
Jika kamu membiarkan rasa takut tumbuh lebih besar dari imanmu, maka kamu menghalangi impianmu menjadi kenyataan.
Hanya karena orang lain berbuat tidak baik kepada kita, bukan berarti kita harus membalasnya dengan cara yang sama.
Untuk setiap manusia di dunia ini, Tuhan telah memberikan sesuatu yang mulia dan baik ke dalam hatinya. Selalu jaga hatimu.
Doaku hari ini: Tuhan, maafkan semua kesalahan yang telah ku lakukan. Berkahilah mereka yang selalu mengingatkanku.
Salah satu hal terbaik dalam hidup adalah melihat senyum di wajah orang tuamu, dan menyadari bahwa kamulah alasannya.
Jangan pernah meremehkan diri sendiri. Jika kamu tak bahagia dengan hidupmu, perbaiki apa yg salah, dan teruslah melangkah.
Terkadang, kamu berpikir seseorang telah berubah tanpa kamu menyadari hal itu terjadi karena dia mulai bersikap dewasa.
DMCA Protection on: http://www.lokerseni.web.id/2012/12/katakata-mutiara.html#ixzz2M6m66xh
Diposting oleh Unknown di 2/27/2013 06:09:00 AM 0 komentar
Label:cerita, kata mutiara
Membuat kursor menarik
Minggu, 24 Februari 2013
Cara Membuat Variasi Kursor Mouse | Animasi, Kartun, Simbol, Smiley, dll
Pernah melihat blog yang kursor mouse-nya gambar animasi atau simbol tertentu?
Diposting oleh Unknown di 2/24/2013 10:29:00 PM 0 komentar
Label:cerita, Tentang blog
Valentine
Rabu, 20 Februari 2013
Val : gw mau ngomong..
Tine : lha ini lo lgi ngomong !
Val : boleh gak gue ngasih lo coklat..?
Tine : bolehh
Val : (girang) bener?kalo gw tambahin bunga?
Tine : boleh..
Val : (tmbah girang) hmm..nih buat lo
Tine : yaampun, lo kok baik bnget sihh?
Val : (tersipu) iya karna gw sayang lo, Tine
Tine : iya gw juga sayang sma nenek gw. coklat ama bunga dri lo mau gue kasih ke nenek gw..
Diposting oleh Unknown di 2/20/2013 04:57:00 PM 0 komentar
SAAT - SAAT TERAKHIR
Rabu, 06 Februari 2013
![]() |
“Iya-iya,, bentar.. ini juga udah mau selesai kok..” Jawab seorang gadis yang dipanggil Callista itu. Callista segera berlari menghampiri sahabatnya,Clarissa yang udah mulai marah-marah.
Yupz, hari ini adalah hari pertama Callista untuk masuk di sekolah barunya, SMAN 1 Bandung. Sekaligus hari pertamanya untuk memulai kehidupan baru, Persahabatan baru, dan Cinta yang baru,, (Ups,, Cinta..?? Gak salah,,??
“Iiiihhh.. gara-gara kamu nih kita jadi terlambat masuk sekolah..” Kata Clarissa kesal.
“Kok Aku sih,, jangan nyalahin aku dong, ini semua itu gara-gara Kak Evan yang tadi mandinya lama banget, udah tahu aku kesiangan, tetep aja nggak mau cepetan...” Balas Callista tak mau kalah.
“Ya udah lah, gitu aja kok diributin sih, tuh lihat,, masih belum ada gurunya kan.. ya udah yuk masuk aja..” Kata Callista lagi setelah dia dan Clarissa sampai di depan kelas.
Callista pun langsung masuk ke dalam kelas dan nggak lagi ngurusin Clarissa yang wajahnya udah panas dan memerah.
Saat mau duduk di bangku depan, tiba-tiba seorang cowok berkata, “Kamu anak baru kan..?? kenalin dulu diri kamu didepan, baru kamu duduk..”. Sesaat Callista terdiam dan memandang ke arahnya, “Nih cowok siapa sih,,?? Seenaknya aja nyuruh-nyuruh orang,, emang dia pikir dia siapa coba..” Batin Callista dalam hati.
“Oke,,oke.. Perkenalkan semuanya, nama aku Callista Evrita, panggil aja Callista, aku dari SMPN 2 Bandung..” Katanya lantang. Semua pun terdiam dan cowok itu kembali menghampirinya,
“Mmm,, Kenalin, aku Alvino El Sebastian, panggil aja aku Vino, aku ketua kelas disini, aku dari SMPN 5 Bandung. Satu lagi, welcome di kelas kita, X-A..”. Katanya sambil menyalami tangan Callista dan tersenyum.
“Ooh, jadi dia ketua kelas disini, pantes aja dia nyuruh-nyuruh aku seenaknya kayak gitu, ternyata dia yang berkuasa disini..” Batin Callista lagi.
“Oke,, thanks..” Jawab Callista singkat.
Pelajaran pun dimulai dan berlalu dengan sangat cepat. Callista mulai mengenal satu-persatu teman ceweknya dan sebagian dari teman cowoknya. Saat pulang sekolah, tiba-tiba seorang cowok lewat dengan terburu-buru dan tak sengaja menabrak Callista hingga Hp di tangannya terjatuh, dia langsung refleks berteriak,
“Aaarrrggghhhh,,, kamu kalo jalan lihat-lihat dong,, tuh Hp ku jadi jatuh kan.. rusak dah..!!! Hhhh..” Bentak Callista marah. Yang dimarahin pun diam aja dan hanya berkata “Maaf..”
“Heh,, Hp aku itu rusak gara-gara kamu,, dan kamu hanya bilang maaf.. tanggung jawab dong..!!” Kata Callista lemes sambil mandangin Hp-nya yang barusan terbanting.
“Sorry, ya udah sini aku benerin,,” Katanya sambil mengambil Hp dari tangan Callista.
Akhirnya Callista memutuskan untuk menunggu cowok itu mereparasi Hpnya yang terjatuh tadi. Sempat Callista memandangnya sesaat dan dia baru menyadari kalau cowok ini lumayan tampan dan manis, tampangnya seperti indo alias blaster, Sejenak mereka diam membisu dan tiba-tiba cowok itu berkata,
“Oh ya, kita dari tadi diam terus sampai lupa nggak kenalan, kenalin aku Nathan Allesio, panggil aja aku Nathan..”
“Emmm,, aku Callista.. Oh ya, kamu itu asli mana sih..?? kok tampang kamu tampang2 indo gitu..” Tanya Callista ingin tahu.
“Ooh,, aku asli Indonesia kok, tapi orang tua aku emang blasteran Italia-Jawa..” Jawabnya.
“Oh gitu,,” Kata Callista sambil manggut-manggut.
“Yupz,, eh udah selesai nih,, coba nyalain dulu,, bisa gak??..” Tanya Nathan sambil memberikan Hpnya pada Callista.
“Mmmm,, tunggu,tunggu,, oh iya udah bisa kok,, makasih ya,, dan maaf aku tadi bentak-bentak kamu..” Kata Callista.
“Iya deh, ya udah aku balik dulu ya,, udah sore banget nih,, see you..” Kata Nathan lagi sambil berlalu.
Callista hanya mengangguk dan memandangi Nathan membereskan buku-bukunya. Tiba-tiba dia mengerlingkan mata ke Callista dan tersenyum padanya,, Oh god,, seakan ada sengatan listrik yang menyengat dan menjalar ke seluruh tubuh Callista. Callista refleks menundukkan kepala, dan Nathan pun pergi meninggalkannya sendiri di kelas itu.
Callista pun langsung pergi dan nggak lagi ngurusin Nathan yang terheran-heran ngelihat sikapnya yang jutek ke dia. Gimana Callista nggak kesel,, kemarin dia udah bikin Callista salah tingkah dan nggak bisa tidur semalaman, salah siapa dong kalo udah kayak gitu,, Nah loh..?? -___-“
Akhirnya kantin sekolah menjadi tempat pelarian Callista untuk menjauh dari Nathan. Sampai disana Callista langsung memesan makan untuk sekedar mengisi perutnya yang sejak pagi udah keroncongan. Saat lagi menikmati bakso yang dia pesan, tiba-tiba Nathan datang menghampirinya dan langsung duduk di sampingnya. “Nih anak maunya apaan sih dari tadi ngikutin Aku aja..” Batin Callista dalam hati.
“Hai Callist..” Sapa Nathan sambil senyum-senyum sendiri.
“Apa..?? kamu mau aku siram es degan ini..??” Ancam Callista sambil mengangkat gelas es nya tinggi-tinggi.
“Eit,,eit,, jangan marah dulu dong,, Aku datang kesini baik-baik tau..” Kata Nathan.
“Terus kamu maunya apa..??” Kata Callista agak sedikit kesal.
“Mmmm,,, traktir aku dong,, lagi kanker nih,, alias kantong kering..” Kata Nathan memelas.
“APA...????!!! emang siapa loe siapa gue..!!! Seenaknya aja minta traktir.. Nggak!!!” Jawab Callista menolak.
“Yah Callista,,, Pelit amat sih.. Ayolah...” Kata Nathan memohon-mohon.
“Duh, orang ini apa-apaan sih,, datang tiba-tiba, minta traktir lagi,, emang dia pikir dia siapa coba,, orang baru kenal juga kemarin...” Pikirnya dalam hati.
“Ya udah, pesen sana,, ntar aku bayarin..” Kata Callista akhirnya.
“Aaaaahhhh... bener..?? Ya ampun kamu baik banget deh Callista,, makasih ya...” Kata Nathan sok manis.
“Udah sana cepet,, ntar aku berubah pikiran nih...” Kata Callista kesal.
Sejak itu, Callista dan Nathan menjadi semakin dekat. Mereka sering menghabiskan waktu bersama dan karena itulah Nathan jadi sering ngasih perhatian pada Callista. Kedekatannya dengan Nathan membuat banyak cewek di sekolah iri, terutama kakak kelasnya. Callista pun membicarakan hal ini pada Nathan.
“Nathan,, Aku pengen kamu bilang ke mereka kalau diantara kita gak ada apa-apa, dan Aku minta kamu juga jangan terlalu dekat dengan aku lagi,,” Kata Callista padanya.
“Apa..??? Nggak,, Aku nggak mau,,” Kata Nathan menolak.
“Lho Kenapa..?? Kita tetap berteman, kita tetap deket, tapi nggak seperti dulu lagi, ini semua demi kebaikan kita berdua Nathan,,,” Kata Callista menjelaskan.
“Kamu tanya kenapa..?? Aku itu sayang sama kamu Callista,, Aku cinta sama kamu,, dan Aku nggak bisa jauh dari kamu,, Apa kamu nggak bisa ngerasain itu semua??!!” Kata Nathan lagi.
“Haaaahhh,,????“ Kata Callista tak percaya.
“Maaf Callista, Aku nggak bermaksud buat kamu terkejut kayak gini, tapi kamu emang harus tahu perasaanku yang sebenarnya, Aku sayang sama kamu, Aku cinta sama kamu, sejak pertama kali kita bertemu,,” Kata Nathan menjelaskan.
“Kamu beneran sayang sama aku??” Tanya Callista ragu.
“Iya Callist, Aku sayang kamu tulus dari hatiku, kamu masih nggak percaya??” Kata Nathan meyakinkan.
“Aku percaya kok, Emang sejak kapan kamu suka aku???” Tanya Callista.
“Sejak pertama kali kamu masuk kelas, Aku udah ngerasain sesuatu yang aneh, yang gak pernah Aku rasain sebelumnya, waktu pertama kali kita kenal gara-gara tragedi Hp itu, Aku semakin mengagumi kamu, dan setelah kita deket, menjalani hari-hari bersama, Aku semakin yakin kalau yang aku rasain itu bukan sekedar rasa sayang sebagai sahabat, tetapi lebih dari itu,,” Jawab Nathan.
Callista terdiam, Nathan pun kembali bertanya,
“Oh ya, terus gimana? Kamu mau gak jadi pacar aku??” Tanya Nathan mengagetkannya.
“M,,em, gimana ya? Gini deh, aku kan suka banget sama bunga mawar, kalau kelopak bunga mawarku udah lepas semua, aku akan berikan jawabannya,,” Kata Callista menjelaskan.
“Oke, Aku setuju,,,” Jawab Nathan sambil tersenyum tipis.
“Makasih ya Nathan, kamu udah ngertiin Aku,,” Kata Callista lagi sambil tersenyum.
Pagi ini suasana kelas masih sepi, hanya ada 5 orang yang ada di dalam kelas ketika Callista sampai disana. Tapi tak berselang kemudian, Callista melihat banyak sekali murid yang berkerumun di depan ruang guru. Apalagi dari semua murid yang berkerumun itu adalah cewek-cewek di sekolah ini. Callista sangat heran, karena hal yang seperti itu jarang terjadi disini. Callista pun menanyakan hal itu pada Vino, sang ketua kelas.
“Eh Vino, ada apaan sih disana?? Kok rame banget,,,” Tanyanya.
“Ooh itu,,, ada murid baru, pindahan dari Jakarta,,” Jawab Vino.
“Ooohh,, kayak nggak ada kerjaan banget sih mereka, emang murid baru itu cowok apa cewek sih??” Tanyanya lagi.
“Cowok lah, kalo nggak salah sih namanya Ryan,,” Jawab Vino lagi.
“Ooh,, Ryan,,. Haaaaahhhh??? Ryan????” Kata Callista kaget. Dia baru menyadari kalau nama itu sangat familiar baginya.
“Iya, kenapa emang?? Kamu kenal??” Tanya Vino.
“Oo, Ee, Nggak kok, Aku nggak kenal, Aku cuma kaget aja, kayaknya namanya familiar gitu,,” Kata Callista gugup.
“Oh ya, Nathan mana?? Tumben banget jam segini belum nyampek kelas,,” Tanya Callista lagi.
Tiba-tiba Nathan datang , “Aku disiniiiiii,.,,.,.,.,.,.,” Teriaknya.
“Nah tuh udah datang, eh than, nih Callista dari tadi cariin kamu,,” Kata Vino pada Nathan.
“Apaan sih kamu Vin,, siapa juga yang cariin dia,,” Kata Callista mengelak, sumpah malu banget.
“Mmm,, pake’ ngeles lagi, udah jelas-jelas tadi kamu nanyain keberadaan dia,,” Kata Vino memojokkan. Wajah Callista udah merah banget karena malu.
“Udah,udah,., gitu aja kok diributin sih, yang dikangenin loe biasa aja,.,” Kata Nathan kepedean.
“Iiiihhhh,., pede banget sih jadi orang,, plis deh,.,” kata Callista sambil ketawa.
“Hahahaha biarin, kalo nggak pede, garing dong,,” Kata Nathan. Sejenak mereka terdiam dan berpandang-pandangan. Callista, Nathan dan Vino refleks ketawa bareng. Dan saking serunya bercanda, mereka nggak nyadar kalo kelas udah mulai rame. Tiba-tiba Bu Tari, Wali Kelas mereka masuk kelas dengan ditemani oleh seorang cowok yang wajahnya nggak asing lagi buat Callista.
“Oh God,, Ryan??? Apa ini mimpi?? Kenapa dia disini??” Batinnya. Callista mulai cemas. Badannya berkeringat, dingin.
“Ehm, anak-anak,, minta perhatiannya sebentar,, ada murid baru di sekolah kita, dan dia memilih untuk masuk di kelas ini,, Ryan, perkenalkan dirimu di depan semuanya,,” Kata Bu Tari.
“Pagi kawan-kawan, perkenalkan namaku Ryan, lengkapnya Ryanamonav Tcezky Romanov,, Aku pindahan dari Jakarta,,” Kata Ryan memperkenalkan diri.
“Aku harap kalian bisa menerimaku dan berteman denganku,.,” Jelasnya lagi. Dan parahnya kali ini dia melirik ke arah Callista.
“Oh Tuhan,, dia benar-benar Ryan, Mantan pacarku dulu,, kenapa dia bisa ada disini,,” Jeritnya dalam hati.
Nathan menyadari kegelisahan Callista, “Kamu kenapa?? Sakit??” Tanyanya.
“Oh gak kok, gak apa-apa, kenapa emang??” Tanya Callista agak gugup.
“Gak apa-apa, kok kelihatannya gelisah gitu,,” Kata Nathan.
“Gak kok nyantai aja,,” Kata Callista lagi sambil menampakkan senyumnya yang paling manis.
“Oke, makasih Ryan atas perkenalannya, silahkan kamu pilih tempat dudukmu,, semoga senang ya disini, dan Ibu ucapkan selamat bergabung di kelas kita,,” Kata Bu Tari lagi.
“Iya Bu, makasih,,” Kata Ryan. Kemudian dia berjalan mengitari kelas mencari tempat duduk dan anehnya dia memilih untuk duduk di belakang Callista dan Nathan, alias disamping Clarissa.
“Duuhh,, kenapa dia duduk disitu sih,, nyebelin banget nih anak, apa maunya coba,,” Gumam Callista kesal. Tapi Ryan hanya diam, seakan tidak mengenali Callista.
“Huh, nyebelin, sombong banget sih nih anak,, apa dia gak kenal ya sama aku,, apa mungkin dia udah lupa,,” Batin Callista.
“Ah,, sudahlah,, biar aja dia mau lupa kek sama aku, mau gak kenal juga terserah dia,, ngapain aku ngurusin dia lagi,., toh aku juga udah punya Nathan.,,” Batinnya lagi sambil tersenyum melirik ke arah Nathan.
“Nathan, akhirnya kamu datang juga,,” Kata Callista. Perlahan cowok itu melepaskan tangannya, dan Callista pun langsung berbalik ke arahnya,, Tapi ternyata dia bukan Nathan, melainkan Ryan,, Callista terkejut, saangaaat terkejut,
“Ryan,,!!! Ngapain kamu disini,,,” Kata Callista kaget.
“Hai,, maaf aku bikin kamu terkejut, tadinya aku ke rumah kamu, pengen ngomong sesuatu ke kamu, tapi kata mama kamu, kamunya lagi keluar, ya udah aku kesini, eh ternyata aku ketemu kamu disini, kebetulan banget ya,,” Kata Ryan seakan tanpa merasa bersalah.
Callista terdiam, lalu Ryan berkata, “Boleh aku minta waktunya sebentar, aku pengen ngomong sesuatu ke kamu,,” Katanya memohon.
Callista menghela nafas, “Ya udah, kamu mau ngomong apa, cepetan, aku nggak ada waktu, aku lagi ada urusan penting,,” Kata Callista cuek.
“Oke, begini, sebenarnya aku masih sayang sama kamu, aku mau balikan lagi sama kamu, aku pindah kesini sebenarnya hanya ada 1 alasan, yaitu aku pengen ngikutin kamu, aku pengen ketemu kamu lagi, aku pengen kita bisa balikan lagi kayak dulu, kali ini aku bener-bener serius, aku janji gak akan nyakitin hati kamu lagi,,” Kata Ryan.
Lagi-lagi Callista dibuat terkejut oleh Ryan, pengakuannya barusan benar-benar bikin Callista kaget, Callista gak nyangka dengan apa yang Ryan katakan.
“Apa kamu bilang?? Pengen balikan kayak dulu lagi?? Maaf Ryan, aku gak bisa, aku udah gak ada perasaan apa-apa lagi ke kamu,,” Kata Callista meminta maaf.
“Aku gak peduli Callista, aku akan ngelakuin apa aja buat bikin kamu bisa mencintai aku lagi,, Callista, aku sayang sama kamu,,” Kata Ryan sambil menggenggam kedua tangan Callista.
“Ryan!! Apa-apaan sih kamu,, dengar ya Ryan, sakit hati aku ke kamu itu masih belum hilang, emang kamu pikir semudah itu aku bisa ngelupain semua yang udah kamu lakuin ke aku di masa lalu,, kamu udah bikin aku terluka, kamu udah bikin hati aku hancur, dan kamu bisa dengan mudahnya bilang ke aku kalau kamu masih sayang sama aku, kamu pengen balikan sama aku lagi kayak dulu,, gak akan Ryan,,” Kata Callista kesal sambil melepaskan genggaman Ryan.
“RYAN!!!! APA-APAAN KAMU,,!!!” Tanpa disadari Nathan sudah berdiri diantara Callista dan Ryan,
“Nathan,,!!!” Kata Callista kaget.
“Apa yang kamu lakukan,,??!!! Ryan,,!!! Berani-beraninya lo nyentuh Callista,,!!” Bentak Nathan pada Ryan.
“Hah?? Emangnya Lo siapa?? Lo bukan siapa-siapa dia, Callista itu cewek gue,, jadi ya terserah gue dong mau ngapain” Jelas Ryan.
“Apa?? Maksud lo apaan?? Emang sejak kapan kalian kenal?? Lo lihat dia juga baru kemarin,, beraninya Lo ngaku-ngaku jadi pacarnya Callista,,!!” Kata Nathan lagi.
“Oh, Lo gak dikasih tahu sama Callista ya,, kasihan banget sih kamu,, ya udah nih Gue kasih tahu ya,, Callista itu mantan pacar Gue, kita dulu pernah pacaran,, dan kita bentar lagi bakal balikan lagi kayak dulu, iya kan sayang,,??” Kata Ryan sambil merangkul pundak Callista.
Wajah Nathan seketika langsung berubah,, seakan percaya gak percaya, “Callista,,, bener apa yang diomongin sama Ryan barusan,,??” Tanya Nathan.
“Iiisshhhh,, Apa-apaan sih Ryan?? Nathan, plis jangan percaya sama dia,, dan kamu Ryan, denger ya, aku gak bakal pernah balikan sama kamu lagi, aku udah gak ada perasaan apapun ke kamu,, ngerti,,??!!!!” Kata Callista marah.
“Callista, aku bener-bener gak nyangka kamu bakal ngelakuin ini sama aku, kamu tega bohongin aku, bahkan kamu udah mempermainkan perasaan aku, aku kecewa sama kamu Callista,,” Kata Nathan seraya berlari pergi menjauh.
“NATHAAAAANNN,,,!!!!!” Kata Callista mencegah. Callista langsung berlari menyusul Nathan untuk menjelaskan semuanya.
“Nathaaann tungguuu,, dengerin dulu penjelasan aku,., aku nggak ada apa-apa sama dia, tadinya aku pengen ketemu kamu, aku pengen ngomong sesuatu ke kamu, ayolah Nathan plis maafin aku, ini semua salah paham,.,!!” Teriak Callista pada Nathan.
Callista mempercepat langkahnya menyusul Nathan karena hari ini langit tak secerah biasanya, awan mendung menghiasi langit biru, dan tetes demi tetes air hujan mulai turun membasahi bumi dan juga mereka berdua.
“Kamu mau jelasin apa lagi??!! Semuanya udah jelas, kamu emang nggak pernah bisa mencintai aku, di hati kamu cuma ada Ryan,,!!” Kata Nathan lagi.
“Ryan itu cuma mantan pacarku, aku udah nggak ada perasaan apapun sama dia, plis kamu percaya sama aku,,!!” Kata Callista menjelaskan.
Langkah Nathan terhenti, tiba-tiba dia berbalik ke arah Callista. “Jangan kamu ikutin aku lagi, jauhin aku, kamu pergi dari sini,,!!” Kata Nathan membentaknya.
“Tapi Nathan,,,,
“CEPAT PERGI DARI SINI!!!! PERGIIIIII!!!”
Callista terkejut melihat sikap Nathan padanya, Callista pun meninggalkannya. Tak terasa airmata Callista mengalir begitu deras seiring derasnya air hujan yang membasahi tubuhnya. Callista berhenti sejenak, menumpahkan semua kesedihannya, Callista berteriak di tengah gemuruhnya suara air hujan. Samar-samar Callista melihat Nathan berlari ke arahnya sambil mengucapkan sesuatu, tapi Callista sama sekali tak mendengarnya. Callista mencoba untuk mendengarkan apa yang dikatakan oleh Nathan, “CALLISTAAAA AWAAASS... ADA MOBIL!!!!” Teriaknya. Callista benar-benar terkejut dan melihat kearah yang Nathan tunjukkan. Callista ingin segera menyingkir dari tempat itu dan menyelamatkan diri. Tetapi, Callista terlambat, mobil itu melaju cepat ke arahnya, Callista memejamkan mata dan tak tahu lagi bagaimana keadaannya. Tiba-tiba badannya terasa sakit, pandangannya kabur dan semuanya menjadi gelap.
“Callista,, bangun,, ini aku Nathan,, bangun Callista,,”
Samar-samar Callista mendengar suara Nathan, perlahan Callista membuka matanya, hujan masih mengguyur deras, dan Callista mengeluarkan banyak darah, di sampingnya ada Nathan, dia memangku kepala Callista, Callista mencoba untuk mengucapkan sesuatu, sambil menahan sakit,
“N,,Na,,Nathan,, m,,maafin,,Callista,, ka,,kamu,, salah,, pa,,paham,,” Kata Callista terbata-bata,
Callista menghela nafas sebentar, “A,,ku,, mau,, ke,,temu,, ka,,mu,, karena,, aku,, mau,, ngo,mong,, sesuatu,, ke kamu,,” Lanjutnya.
“Iya, apa itu Callista,,?? Tanya Nathan. Bibirnya bergetar dan Matanya berkaca-kaca.
“A,,ku,, S,Sa,,yang,, sa,,ma,, Ka,,mu,, A,,ku,, C,Cinta,, sa,,ma,, Ka,,mu,, dan aku,, mau,, ja,,di,, pacar,, ka,,mu,,” Kata Callista lagi sambil mencoba untuk tersenyum untuk Nathan, meski badannya terasa sakit. Nathan tersenyum tipis, meski dalam hatinya dia menangis melihat keadaan Callista yang sangat parah.
“Ma,,Maafin,, a,ku,, Nathan,,” Lanjutnya sambil meremas jari Nathan erat dengan tangannya yang sudah banyak berlumuran darah.
“Iya Callista, aku maafin kamu kok,, kamu gak salah,, aku yang terlalu egois,, sampai kamu jadi kayak gini,, maafin aku ya Callista,, plis kamu jangan tinggalin aku,, aku yakin kamu bisa bertahan,,” Kata Nathan sambil berurai airmata dan menggenggam erat jari Callista.
Callista tersenyum, “Ma,,kasih,, ya,, Nathan,,, Callista,, gak,, akan,, ninggalin,, ka,,mu,,, kok,,, a,ku,, akan,, selalu,, di samping ka,mu,,, ka,,mu,, jangan,, nangis ya,,,” Jawabnya sambil mengusap airmata Nathan.
Tiba-tiba badan Callista terasa semakin sakit, dia sudah tidak kuat lagi menahannya, nafasnya berdetak semakin lambat dan lambat. Mata Callista berkunang-kunang, pandangannya meredup, Callista merasa bahwa saat itu adalah saat terakhir untuk dia berada di dunia, Callista kembali menatap Nathan yang masih menangis,
“Nathan,, ka,,mu,, harus,, inget 1 hal,,, Callista,, akan,, selalu,, sa,,yang,, sama kamu,,, Callista akan,, selalu,, ada buat kamu,, dan Callista akan,, selalu,, di samping kamu,, meskipun,, jika seandainya,, Callista udah,, gak ada lagi,, di dunia ini,, Callista,, sayaaaaang,, banget,, sama,, kamu,,” Callista mengucapkan kata terakhirnya untuk Nathan,
“Kamu ngomong apa sih Callista,, kamu akan selalu ada disini nemenin aku,, kamu gak akan pergi ninggalin aku,,” Kata Nathan yang semakin berurai airmata mendengar Callista berbicara seperti itu.
“aku juga sayang sama kamu Callista,, selalu sayang sama kamu,, sampai kapanpun dan selamanya,,” Kata Nathan lagi sambil mengecup kening Callista.
Callista pun tersenyum, mencoba memberikan senyum yang paling manis untuk Nathan, untuk yang terakhir kalinya. Pelan Callista memejamkan matanya dan menghembuskan nafas terakhirnya, sudah siap Callista untuk pergi ke tempat yang sangat damai, ke tempat peristirahatan terakhirnya.
“Callista,, Callista, bangun Callistaa,,,” Kata Nathan panik sambil menepuk-nepuk pipi Callista pelan. “CALLISTAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA,,,, jangan tinggalin aku,,,,” Kata Nathan setengah berteriak. Menyadari bahwa Callista sudah tidak bernafas lagi, Nathan menangis dan mengusap lembut wajah Callista, “Aku sayang kamu Callista, semoga kamu bahagia disana,, selamat tinggal Callista,,” Kata Nathan sambil menangis memeluk tubuh Callista erat sekali.
Yah, Callista telah pergi meninggalkan dunia ini, meninggalkan Nathan untuk selama-lamanya. Tapi walaupun Callista sudah pergi dan takkan kembali, Callista akan selalu ada untuk Nathan, jiwa Callista akan selalu menemani Nathan dan 1 hal yang paling penting, Callista akan selalu menyayangi Nathan.
Selamat Tinggal Callista,, Selamat Tinggal Untuk Selama-Lamanya,,,.
Diposting oleh Unknown di 2/06/2013 10:18:00 PM 0 komentar
Label:cerita, Cerpen remaja


